Aplikasi 'Anti-Sosial' untuk Hindari Teman





KOMPOS.info - Ketika kebanyakan jejaring sosial membantu pengguna untuk terhubung satu sama lain, aplikasi baru Cloak justru menawarkan layanan untuk menghindari teman.

Cloak menggunakan data lokasi publik dari jejaring sosial Foursquare dan Instagram untuk menentukan lokasi orang yang Anda kenal.

Pengguna bisa mendapatkan peringatan saat orang-orang tertentu dekat dengan mereka.

Cloak dideskripsikan sebagai aplikasi untuk "menghindari mantan kekasih, kolega, atau siapa pun yang ingin Anda hindari".

Para pengamat mengatakan Cloak merupakan app terbaru dari kecenderungan aplikasi antisosial.

Aneka aplikasi serupa seperti Snapchat -yang menghapus foto dan video beberapa detik setelah diakses dan Secret -yang menyebarkan pesan secara anonim- berkembang dan semakin populer.

Cloak dirancang oleh Brian Moore dan mantan direktur kreatif situs berita sosial Buzzfeed, Chris Baker.

Baker menjelaskan kepada The Washington Post layanan ini merupakan arahan baru konsep jejaring sosial.

"Layanan seperti Twitter dan Facebook sudah terlalu riuh. Saya pikir popularitas layanan antisosial akan menanjak," jelas Baker.

Menurutnya layanan ini dikembangkan bukan karena permintaan pasar yang tinggi, namun karena para pengembang ingin meraih pasar media sosial yang belum tersentuh.

Pemimpin redaksi App Magazine, Nick Jones, kepada BBC mengatakan dia ragu dengan Cloak walau mengaku cukup tergoda.

Apple Istimewakan Aplikasi Foto "Selfie"



KOMPOS.info - Bukan rahasia lagi bahwa sebagian pengguna perangat mobile gemar memotret diri sendiri tanpa bantuan orang lain alias "selfie." Berbagai aplikasi pun turut bermunculan untuk mengakomodir tren yang belakangan mengemuka ini.

Perusahaan teknologi Apple bahkan ikut meramaikan tren tersebut. Selaku pengelola toko aplikasi online App Store, Apple berinisiatif membuat kategori baru bernama "Sharing Selfies" sejak Kamis (13/3/2014). Kategori ini dibuat untuk memudahkan penggunanya dalam mencari aplikasi selfie.

Isi kategori itu adalah rangkaian aplikasi selfie, baik yang gratis maupun berbayar. Pengguna bisa menemukan berbagai judul populer seperti Snapchat, Selfie Cam, hingga Shots dari Justin Beiber. Ada pula aplikasi diary selfie seperti Picr dan penyunting foto selfie Facetune. 
Apple Sebagian aplikasi dalam section Sharing Selfies di App Store
Kategori baru ini bisa diakses melalui toko aplikasi Apple App Store untuk perangkat iOS. 

Selfie sendiri sebenarnya sama sekali bukan kegiatan jenis baru. Bahkan di abad ke-19, pada masa-masa awal fotografi dengan kamera primitif, selfie sudah mulai dilakukan. 

Era digital dan keberadaan gadget mobile mendorong popularitas selfie lebih jauh. Istilah ini menjadi begitu populer sehingga dimasukkan sebagai kata resmi bahasa Inggris oleh Oxford Dictionaries pada 2013 lalu.

BBM Dipastikan Sambangi Windows Phone


KOMPOS.info — Setelah hadir di Android dan iOS, layanan pesan instan BlackBerry Messenger (BBM) dipastikan hadir di platform Windows Phone.

Berita gembira untuk pengguna smartphone Nokia Lumia dan Windows Phone lainnya ini diumumkan oleh mantan CEO Nokia, Executive Vice President, Devices & Services Nokia, Stephen Elop, pada Selasa (24/2/2014) di Barcelona, Spanyol.

"Dengan bangga saya mengumumkan BBM, Photoshop Express akan segera hadir di Windows Phone," kata Elop pada pembukaan acara Nokia di ajang Mobile World Congress 2014.

Belum ada informasi lebih lanjut kapan kepastian layanan BBM bisa digunakan di ponsel berbasis Windows Phone.

Sebelumnya, pengguna Android dan perangkat iOS sudah bisa menikmati aplikasi BBM di perangkat masing-masing, mulai Sabtu 21 September (Google Play) dan Minggu 22 September (App Store).

Aplikasi "chat" populer BBM, disebutkan Elop, akan ikut melengkapi beberapa aplikasi populer telah hadir lebih dulu di Windows Phone. Aplikasi-aplikasi tersebut seperti Instagram, Path, Mint, dan game Subway Surfers. 

Apple Siapkan Aplikasi Kesehatan di iOS 8?

KOMPOS.info - Apple rupanya sangat tertarik dengan fungsi health monitoring di gadget mobile. Sejumlah eksekutif perusahaan berlambang buah apel ini, misalnya, dikabarkan menemui badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) bulan lalu.

Tujuan dari pertemuan itu, menurut sebuah laporan New York Times, disinyalir tak lain untuk mendiskusikan "aplikasi medis untuk perangkat mobile."

Kabar ini muncul hanya beberapa minggu setelah beredar informasi bahwa Google juga telah menemui FDA untuk membicarakan fungsi health monitoring di perangkat berupa lensa kontak.

Tak seperti pertemuan Google, hasil diskusi Apple dengan FDA tidak dibeberkan, namun sebuah laporan terpisah mengklaim bahwa Apple sedang mengembangkan aplikasi kesehatan bernama "Healthbook".

Healthbook diduga merupakan aplikasi pre-installed yang akan disertakan dengan update iOS 8. Fungsinya adalah untuk memonitor serangkaian parameter dari pengguna yang berkaitan dengan kesehatan, seperti detak jantung dan tekanan darah. Boleh jadi, Healthbook juga akan ditanamkan dalam wearable device Apple yang ramai disebut sebagai iWatch.

Apple sendiri diketahui telah merekrut sejumlah ahli dari bidang medis, fitness, dan wearable device. Produsen gadget ini telah menunjukkan minat besarnya pada health monitoring dengan menyertakan chip khusus bernama M7 pada iPhone 5S.

Chip M7 ini bertugas untuk mengumpulkan data dari berbagai macam sensor di iPhone untuk digunakan pada aplikasi kesehatan macam Nike Move

Waze Jadi Aplikasi Wajib Anti-Macet di Indonesia

JAKARTA, KOMPOS.info - Maraknya smartphone di Indonesia mendorong tingginya penggunaan layanan berbasis lokasi. Layanan semacam ini berhasil mencuri perhatian pengguna perangkat ponsel di Indonesia, karena dianggap memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menurut survei yang dilakukan lembaga riset TNS, sebanyak 70 persen dari total pengguna seluler di Indonesia mengaku berminat menggunakan layanan berbasis lokasi. Hanya 25 persen yang tidak tertarik.

Aplikasi Waze, merupakan salah satu contoh aplikasi digital berbasis lokasi yang cukup banyak dipakai pengguna smartphone di Indonesia. Waze kerap digunakan sebagai aplikasi wajib untuk digunakan untuk memandu perjalanan hingga menghindari kemacetan.

Waze dimanfaatkan pengguna di Indonesia untuk berbagi informasi dan mengetahui situasi lalu lintas, dengan memanfaatkan fitur GPS. Tak heran jika Indonesia masuk dalam 10 besar pengguna Waze secara global.

Dalam diskusi Advertising Platform in Location Based Media yang digelar Asia Pacific Media Forum (APMFx) di Jakarta, Selasa (11/2/2014), Direktur Penjualan Waze untuk kawasan Asia Pasifik dan Eropa, Eleanne Hattis menjelaskan, Waze dapat merekomendasikan rute berdasarkan jarak dan kondisi macet yang dilaporkan para pengguna. 

Jika ada jalur warna merah, berarti sedang terjadi kemacetan di sana berdasarkan laporan dari pengguna.

Laporan macam ini disebut laporan aktif. Sedangkan yang disebut laporan pasif, pengguna tak harus melaporkan kondisi jalur yang dilewati. Dengan mengaktifkan Waze dan menentukan tempat tujuan, sudah berupa laporan pasif yang merekam data kecepatan rata-rata.

Dari manakah Waze mendapatkan uang? Layanan ini membuka lapak iklan. Ketika pengguna mencari sebuah lokasi, misalnya, bisa muncul iklan toko retail di sekitar daerah tujuan pengguna. Jika pengguna meng-klik iklan tersebut, maka Waze akan mendapat keuntungan. Bukan hanya itu, pengiklan juga dapat menawarkan voucher digital yang dapat ditukarkan di toko retail tersebut.

Waze kini memiliki 78 juta pengguna terdaftar di seluruh dunia. Pada November 2013, jumlah pengguna Waze di Indonesia telah mencapai 750.000 pengguna

Editor By Mahfud Ivan Patoni

Alasan Penarikan "Flappy Bird" Akhirnya Terkuak



KOMPOS.info - Dong Nguyen, sang pembuat game "Flappy Bird", beberapa waktu lalu membuat sebuah keputusan yang sangat mengejutkan. Di tengah sukses besar yang diraihnya, pemuda berumur 29 tahun ini memutuskan untuk menarik Flappy Bird dari peredaran.

Tidak ada yang tahu alasan sebenarnya di balik keputusan tersebut. Sempat beredar kabar, Flappy Bird ditarik karena adanya keberatan dari pemilik game Super Mario Bros, Nintendo. Kabar ini ternyata tidak benar dan telah dibantah oleh pihak Nintendo.

Melalui sebuah wawancara dengan Forbes, Nguyen akhirnya mengutarakan alasan Flappy Bird sampai harus ditarik dari Google Play Store dan Apple App Store.

Nguyen beralasan bahwa sebenarnya dia menciptakan game ini untuk kegiatan bersantai para pemainnya. Nguyen tidak bermaksud membuat game Flappy Bird menjadi seadiktif itu. Nah, pada saat tujuannya sudah mulai melenceng, Nguyen akhirnya memutuskan untuk menarik Flappy Bird.

"Flappy Bird didesain untuk dimainkan selama beberapa menit pada saat Anda sedang berelaksasi," kata Nguyen.

"Namun, game ini (Flappy Bird) akhirnya menjadi produk adiktif. Saya rasa hal tersebut telah menjadi masalah. Untuk menyelesaikan masalah itu, hal terbaik adalah menarik Flappy Bird.Game ini telah hilang selamanya."

Pemuda asal Vietnam itu juga menjelaskan bahwa rasa bersalah membuat banyak pengguna ketagihan game tersebut yang membuatnya mantap mengambil keputusan.

Sebelumnya, Nguyen sempat menyebut popularitas yang didapatkan game ini telah merusak "hidupnya yang sederhana".

"Saya tidak merasa ini (keputusan penarikan) sebagai suatu kesalahan. Saya telah memikirkannya matang-matang," ungkap Nguyen.

Dalam wawancara dengan Forbes ini, Nguyen juga menceritakan bahwa dia tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mengerjakan game tersebut. Nguyen hanya membutuhkan dua hingga tiga hari untuk mengerjakan bagian coding-nya.

Perihal miripnya visual Flappy Bird dengan seri game Super Mario Bros dari Nintendo, Nguyen menyatakan, kesamaan tersebut terjadi karena kebetulan saja. Nguyen pun menampik kabar yang mengungkapkan bahwa ia mendapat tuntutan hukum karena kesamaan itu.

Setelah penarikan dan segala kontroversi di balik game Flappy Bird, Nguyen mengaku tidak kapok dalam membuat game. Ia pun akan terus mengembangkan dan membuat game baru.

"Setelah Flappy Bird sukses, saya merasa lebih percaya diri dan lebih bebas untuk melakukan apa yang saya ingini," ujar Nguyen.

Nguyen sebelumnya mengaku memperoleh pendapatan yang sangat besar dari game ini. Dalam sehari, ia bisa mendapatkan 50.000 dollar AS atau sekitar Rp 600 juta.

Editor By Mahfud Ivan Patoni

Nintendo akan Buat Game Mini di “Smartphone”

 
KOMPOS.info Nintendo selama ini enggan membuat  game untuk platform perangkat mobile, karena tidak mau membunuh bisnis konsol game. Melihat industri game mobileyang sangat naik daun, perusahaan asal Jepang ini terpaksa putar otak, dan akhirnya mau memanfaatkan platform smartphone.

Nintendo tidak serta-merta membuat game di konsol tersedia untuk perangkat mobile.Nintendo hanya memanfaatkan platform smartphone untuk video pemasaran, dan yang lebih menarik, Nintendo akan membuat game mini gratis.

Nah, video dan game mini gratis itu dirancang untuk menarik perhatian pengguna dalam waktu singkat agar mau membeli konsol dan game Nintendo.

Media bisnis Nikkei asal Jepang melaporkan, Senin (27/1/2014), Nintendo juga akan memungkinkan pengguna konsol 3DS dan Wii U untuk membeli game melalui smartphone.

Rencana ini sebenarnya telah diungkapkan Nintendo beberapa waktu lalu. Presiden Nintendo untuk kawasan Amerika, Reggie Fils-Aime, mengatakan bahwa perusahaan akan bereksperimen dengan smartphone untuk tujuan pemasaran.

“Jika kami dapat memotivasi Anda untuk memiliki sedikit rasa dari pengalaman yang didapat pada game Nintendo, dan membawa Anda menuju konsol 3DS atau Wii U, maka kami telah menang,” katanya.

Reggie juga menegaskan prinsip perusahaan, bahwa “Filosofi kami tidak berubah, gameterbaik di Nintendo hanya dimainkan pada perangkat Nintendo.”