Hak Siar ISL 2015 Kemungkinan Dipegang Beberapa Stasiun Televisi
















Joko Driyono berharap penyiaran ISL 2015 bisa memenuhi ekspektasi masyarakat.


Indonesia Super League 2015 akan bergulir pada Februari mendatang. Namun hingga saat ini, PT Liga Indonesia belum bisa mengumumkan siapa saja yang memiliki hak siar untuk menayangkan kompetisi kasta tertinggis sepakbola Indonesia tersebut.
CEO PT Liga Joko Driyono menuturkan, bahwa BV Sport selaku pengelola hak komersil ISL masih melakukan pembicaraan dengan beberapa stasiun televisi. Dan kemungkinan siapa saja yang memiliki hak siar untuk ISL 2015 baru akan diumumkan saat peluncuran ISL 2015.
"BV Sport sekarang sedang memfinalisasi dengan beberapa tv partner. Dan kemungkinan saat launchingISL sudah bisa di-share," ungkap Joko. "Ya, kemungkinan akan lebih dari satu stasiun televisi. Dan yang jelas ada yang di pay tv dan free to air," tambahnya.
Pada ISL 2014 lalu, masyarakat cukup banyak mengeluhkan penyiaran ISL. Itu tak lepas karena beberapa pertandingan hanya bisa disaksikan lewat televisi berbayar, dan persebaran siaran ke daerah-daerah pelosok masih sulit didapat. Joko pun berharap ISL musim depan dapat lebih diterima masyarakat luas dan sesuai dengan ekspektasi.
"Mudah-mudahan tahun 2015 format siarannya kemudian tv partner-nya mampu menjawab harapan masyarakat tadi," ungkap pria yang juga menjabat sebagai sekretaris jendelar PSSI itu.(panggih)

Alfred Riedl Dibidik PSM Makassar
















Akan tetapi, suporter menginginkan Nilmaizar sebagai pelatih Juku Eja musim depan.




Jelang musim baru Indonesia Super League 2015, PSM Makassar masih sibuk mencari pelatih kepala. Sejumlah nama pun jadi kandidat tim yang musim lalu sempat berjuang menghindari zona degradasi wilayah timur tersebut.
Satu nama kuat yang didambakan manajemen tim adalah mantan pelatih tim nasional Indonesia, Alfred Riedl. Sumirlan Chandra selaku direktur teknik membeberkan bahwa pelatih asal Austria itu jadi sasaran utama tim Juku Eja.
"Kami masih terus bangun komunikasi. Semoga beliau (Riedl) bisa menangani dan mengangkat prestasi tim," harap Sumirlan. "Kapasitas Riedl tidak diragukan lagi. Dia juga punya karakter dan disiplin," tambahnya.
Alasan PSM tak mempertahankan posisi Assegaf Razak sebagai pelatih kepala, meski mampu menyelamatkan PSM dari jurang degradasi musim lalu, adalah karena terkendala masalah lisensi kepelatihan. PSM sendiri punya beberapa kandidat selain Riedl.
Riedl sendiri sebenarnya sempat menyatakan enggan melatih klub Indonesia, itu dia lontarkan saat mengawal Indonesia di Piala AFF 2014 lalu. PSM pun punya beberapa kandidat. "Kami sudah mengantongi sejumlah nama. Tapi, tidak etis kalau saya beberkan sekarang," ungkap Sumirlan.
Di sisi lain, Andi Coklat yang merupakan pentolan suporter PSM, Maczman, mendambakan nama lain untuk menjadi nahkoda PSM musim depan. Nilmaizar yang kini berstatus tanpa tim dinilai Andi pantas menukangi PSM.
"Lebih baik kalau manajemen mengontrak Nilmaizar. Dia dikenal berani memainkan muda dan juga punya karakter. Saya yakin bersama dia, PSM bisa bangkit," ucapnya seperti dilansir Tribunnews.(panggih)

Syamsir Alam resmi gabung ke Pelita Bandung Raya
















Selain Syamsir, manajemen The Boys Are Back juga merekrut dua pemain baru lainnya.



Mantan striker Sriwijaya FC Syamsir Alam akhirnya dipastikan bergabung dengan Pelita Bandung Raya usai menandatangani kontrak berdurasi satu musim kemarin.
Syamsir tidak masuk ke dalam skuat Sriwijaya FC di Indonesia Super League (ISL) musim depan setelah mendapatkan menit bermain yang minim di 2014. Pemain berusia 22 tahun ini pun sempat menjalani trial di Jepang pada awal Desember.
“PBR.!!! bismillah,” demikian kicau Syamsir melalui akun Twitter resminya.
Manajemen The Boys Are Back mendatangkan Syamsir untuk menggantikan Bambang Pamungkas yang telah kembali ke klub lamanya, Persija Jakarta. Selain Syamsir, PBR juga merekrut Andrea Bitar dan Yongki Aribowo.
Penandatanganan kontrak itu disaksikan agen Syamsir, Muni Munial dan manajer PBR Rawindra Ditya.(panggih)

Martin Montoya Makin dekat ke Juventus
















Bek Barcelona Martin Montoya dikabarkan menolak minat dari Liverpool sehingga ia berpeluang besar bergabung ke Juventus pada bursa transfer musim dingin Januari mendatang.
Secara mengejutkan pemain berusia 23 tahun itu mendapat kepercayaan masuk ke dalam skuat intiAzulgrana dalam beberapa pekan terakhir, namun pemain yang berposisi sebagai bek kanan tersebut tetap diyakini bakal meninggalkan Camp Nou pada bulan depan.
Sejumlah klub Eropa tertarik dengan kemampuan Montoya. Namun, seperti dilansir Sport, sang bek menolak peluang pindah ke Anfield demi membuka jalan dirinya menuju ke Turin. Ia disebut-sebut akan resmi bergabung ke Bianconeri ketika bursa transfer dibuka pada bulan depan (Panggih)